Kangdebar Posts

Tampilkan postingan dengan label khasanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khasanah. Tampilkan semua postingan

Niat baik rupanya bisa bernilai kurang baik di mata Allah SWT. Salah satu kisah Nabi Ibrahim As saat berbuat baik kepada kaum Ma...


Niat baik rupanya bisa bernilai kurang baik di mata Allah SWT. Salah satu kisah Nabi Ibrahim As saat berbuat baik kepada kaum Majusi ini bisa jadi contoh.

Sedangkan kisah tentang teguran Allah kepada Nabi Ibrahim di atas ada dalam Kitab ar-Risalatul Qusyairiyah halaman 199.

Ceritanya, Nabi Ibrahim memang dikenal sebagai orang yang berdakwah dengan cara memberi makan secara cuma-cuma kepada orang lain.

Hanya saja, sebelum diberikan makan, Nabi Ibrahim selalu mematok syarat kepada orang yang diberikan kepada orang itu. Kebetulan, kasus itu terjadi kepada salah seorang kaum Majusi.

“Apakah kamu menyembah Allah?,” tanya Nabi Ibrahim kepada setiap orang yang ingin mengambil bantuan makanan darinya.

Kalau orang itu menjawab iya, maka makanan itu menjadi miliknya. Tapi kalau tidak, maka orang itu harus mengelus dada.

Naas, salah satu kaum kafir Majusi itu enggan menerima syarat Nabi Ibrahim dan memilih pergi tidak menerima makanan tersebut.

Setelah kejadian itu, Nabi Ibrahim ditegur oleh Allah SWT.

“Selama 50 tahun dia kafir, namun Aku tetap memberinya makan. Bagaimana kau (Ibrahim) bisa memberinya sesuap makanan, namun menuntunya macam-macam?,” tegur Allah SWT kepada Nabi Ibrahim.

Mendapat teguran, Nabi Ibrahim langsung mengejar kaum Majusi itu, lalu memberikan makanan yang sempat diminta. Kaum Majusi itu begitu kaget, mengapa tiba-tiba Nabi Ibrahim langsung berubah pikiran.

Nabi Ibrahim pun menjelaskan teguran Allah SWT kepadanya.

“Maaf. Tadi saya khilaf. Allah memberi tahuku untuk memberi makan siapapun tanpa pandang apapun yang disembah,” jelas Nabi Ibrahim.

Dan alhamdulillah, kaum majusi itu sekaligus diberi hidayah Allah SWT.

“Benar begitukah? Betapa baiknya Tuhanmu. Jika benar begitu. Beri tahu aku siapa Tuhanmu dan bagaimana cara untuk menyembahnya,” kata orang Majusi dengan rendah hati.

Kisah tentang kebiasaan Nabi Ibrahim menjamu tamu-tamunya terdapat dalam Alquran surat al-Dzariyat ayat 24-27.

Secara tidak langsung kisah ini memberi teladan kepada kita untuk berbuat baik kepada siapapun. Tanpa pandang agamanya atau bahkan perilakunya.

Hal ini membuktikan bahwa Allah tidak pandang bulu dalam memberikan rizki. Allah juga menegur Ibrahim walaupun ia kekasih-Nya. Karena bagaimanapun juga ada tindakan Nabi Ibrahim yang harus diluruskan meskipun itu bukan dosa.

Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa dalam urusan sosial dan kemanusiaan sesama manusia, kita perlu bersikap adil. Kita tidak boleh tebang pilih berdasar agamanya maupun sukunya. Justru dengan sikap dan kebaikan itu, orang di luar Islam menjadi tertarik mengenal Islam dan menjadi perantara datangnya hidayah-Nya.

Hal kedua yang tak kalah penting adalah berani mengakui kesalahan diri sendiri walaupun itu memalukan. Tidak mudah mengakui kekurangan diri sendiri. Namun Nabi Ibrahim menanggalkan itu semua dan berkata sejujurnya. (*)

Wallahu a’lam.

Salah satu pakar komunikasi Tanah Air Ade Armando, mendadak jadi perbincangan terkait video dirinya menyinggung para artis yang ...

Salah satu pakar komunikasi Tanah Air Ade Armando, mendadak jadi perbincangan terkait video dirinya menyinggung para artis yang kerap pamer kekayaan. sempat menyinggung nama Atta Halilintar, Raffi Ahmad dan juga Andre Taulany yang kerap memperlihatkan kemewahan.

Ade Armando meminta kepada Atta Halilintar, Raffi Ahmad dan Andre Taulany untuk menghentikan hal tersebut karena dapat merusak negara secara sosial.

Atta Halilintar buka suara. Atta justru mempertanyakan mengapa hanya konten dirinya saja yang dibahas. Padahal, ia hanya membuat konten untuk menyenangkan hati istrinya yakni Aurel Hermansyah.

Deddy Corbuzier bersuara

Deddy Corbuzier angkat suara terhadap pernyataan Ade Armando perihal pamer kekayaan yang dilakukan sejumlah artis besar.

Deddy Corbuzier mengatakan bahwa keduanya mempunyai pemikiran yang benar.

Pasalnya, Ade Armando benar dengan pendapatnya perihal merusak sosial negara dan munculnya kesenjangan sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Deddy Corbuzier dalam kanal Youtube miliknya yang diunggah pada 15 April 2021.

"Menurut saya, bung Ade Armando tidak salah karena kenyataanya dia sebagai pakar sosiolog, artis-artis yang memamerkan kekayaannya bisa membuat kekacauan dimasyarakat," kata Deddy Corbuzier.

"Tapi salahkah Atta dan Andre memamerkan begitu, nggak salah juga, karena penonton di Indonesia suka banget hal seperti itu," ucap Deddy Corbuzier.

Dari pernyataan Deddy Corbuzier, dia menjelaskan kembali bahwa yang salah adalah netizen Indonesia.

"Yang salah siapa, yang salah netizen, dan pola pendidikan di Indonesia,"ujar dia.

Bahkan Deddy Corbuzier pun dengan membuat chanel Youtubenya tersebut mempunyai harapan agar penonton di Indonesia semakin pintar.

"Memang mencoba sedemikian rupa untuk idealis makanya ada close the door ini supaya penonton kita bertambah pintar," ucap Deddy Corbuzier

Diakhir pernyataannya Deddy Corbuzier berharap untuk netizen lebih pilih terhadap apa yang ditonton.

Medsos dan Penyakit Ain.

Banyaknya foto-foto yang dibagikan di media sosial tentu memberikan kesan yang berbeda-beda pada setiap orang yang melihatnya. Mulai dari yang positif sampai yang negatif. Yang ironi, membagi foto diri di medsos sudah seperti candu. Hampir setiap hari, bahkan hampir setiap waktu terus membuat status atau meng-upload gambar-gambar berupa foto diri, keluarga atau aktivitas hariannya di medsos.


Memang, tak ada larangan bagi kita untuk tidak men-share foto atau video di medsos. Namun semestinya  kita  berhati-hati men-share foto atau video diri, keluarga atau anak di sosial media. Hendaknya kita bisa bijak dalam memposting hal apapun ke media sosial, terutama foto dan video. Rasa kagum yang dibarengi dengan rasa benci atau iri saat seseorang melihat foto-foto yang dibagikan di media sosial, bisa memberikan dampak negatif pada orang yang ada di dalam foto tersebut, atau yang biasa dikenal dengan penyakit ‘ain .

Penyakit ain adalah sebuah penyakit yang diakibatkan dari pandangan mata seseorang yang memiliki sifat dan niat tertentu. Seperti iri hati, dengki, hasad, atau bahkan takjub. 

Pandangan mata orang lain tersebut bisa membuat seseorang mengalami sakit. Maka, akibat dari penyebab penyakit ain ini juga bisa merugikan diri sendiri, selain untuk orang lain lantaran sifat-sifat yang dimiliki sebelumnya.

Terkait penyakit ain, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda dalam sebuah hadis: 

"Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa," (HR. Muslim). 

Bahaya yang diakibatkan penyakit ain memang tidak hanya untuk diri sendiri. Dalam versi lain, juga terdapat hadis yang menyebutkan bahwa ain bisa mengakibatkan orang lain meninggal dunia. 

Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah SAW bersabda,"Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain," (HR. Al Bazzar).

Doa Mengatasi Penyakit Ain 

Terciptanya penyakit ain memang lebih banyak disebabkan orang lain. Karena berawal dari pandangan mata, orang bakal mengalami akibat negatif dari sifat dengki, hasut, atau pun hasad. 

Dalam sebuah kisah, dituliskan melalui firman-Nya bahwa 

"Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri," (QS Yusuf ayat 67). 

Mengenai maksud surah, dijelaskan bahwa perintah agar masuk ke dalam gerbang yang berlainan bagi anak-anak Nabi Ya'qub AS ialah demi menghindari ain. 

Pasalnya, dikhawatirkan anak-anak itu akan menjadi pusat perhatian dan bisa mengakibatkan pandangan mata orang-orang yang bakal melihatnya. 

Demi menghindari terjadinya penyakit ain ini, sejumlah langkah pencegahan dapat dilakukan oleh umat Islam. Terutama berkaitan dengan bacaan doa-doa. 

Seperti mengutip laman NU Online via artikel dengan judul "Doa Pagari Anak-anak dari Bahaya Pandangan Jahat (Penyakit Ain)" karya Alhafiz K, berikut adalah contoh doa untuk melindungi diri dari penyakit ain. 

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَلَا تَضُرَّهُ Latin: 

U‘îdzuka bikalimâtillâhit tâmmati min kulli syaithânin, wa hâmmatin, wa min kulii ‘ainin lâmmah. Allâhumma bârik fîhi, wa lâ tadhurrah. 

Terjemahan: Aku menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Tuhanku, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka. 

Selain itu, beberapa surah dalam Al-Qur'an juga bisa menjadi sumber bacaan demi menghindarkan diri dari penyakit itu. Di antaranya surah tersebut ialah al-Falaq, an-Naas, al-Ikhlas, al-Fatihah, hingga ayat Kursi. 

Melalui sumber lain, ada dua cara yang bisa dilakukan. Sesuai dengan petunjuk Nabi, pertama ialah dengan membaca doa berikut dan dapat diamalkan sebanyak 2 kali dalam sehari, yakni pada pagi serta sore hari. 

Allahumma inni as-aluka al-afiyah fid dunya wal akhirah, allahumma inni as-asluka al-‘afwa wal afiyah fii dini wadunyaya wa ahlî wa malii, allaahumma-stur ‘auraatii wa aamin rau‘aatii 

Artinya,"Ya Allah, aku memohon keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut,". 

Berikutnya, agar selalu memohon keberkahan terhadap sesuatu yang dilihat. Berdasarkan hadis riwayat Ahmad, Rasul bersabda,

"Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar),". 

Sementara cara lain yang juga dapat dikerjakan ialah dengan selalu berwudlu. Dari Aisyah radliallahu 'anha, ia berkata,

 "Orang yang menimbulkan penyakit Ain diperintahkan untuk berwudlu, kemudian orang yang menderita penyakit Ain diperintahkan untuk mandi dengan air sisa wudlunya."

Wallohualam bishowab.